Kategori

Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Februari 2015

Krandon Green and Clean

     "Green and Clean" telah menjadi slogan kecamatan kota kabupaten kudus dalam rangka menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan. Gerakan Green and Clean yang digagas oleh kecamatan kota kudus ini sangat tepat mengingat dampak pemanasan global sudah kita rasakan seperti iklim yang tidak menentu, berkembangnya berbagai macam penyakit, terjadinya kekeringan ketika musim kemarau dan banjir ketika musim penghujan. Pemanasan global terjadi akibat pola hidup manusia yang tidak lagi memperhatikan lingkungan. Gerakan Green and Clean mengajak masyarakat untuk peka dan peduli terhadap lingkungan sehingga dapat mewujudkan kota yang sehat dan bersih.

     Untuk mendukung program pemerintah Kecamatan Kota, warga Desa Krandon Kecamatan Kota Kabupaten Kudus bergotong-royong melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan dan melakukan penanaman penghijauan. Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Febuari 2015. Kegiatan ini juga mendapat perhatian Bupati Kudus H. Mustofa yang menyempatkan untuk menyapa warga Krandon Rt.05 dan 06 Rw.1 yang sedang melakukan kerja bakti.

     Adanya Kegiatan kerja bakti ini diharapkan akan tercipta tatanan lingkungan desa yang hijau dan bersih yang pada akhirnya menciptakan pola hidup sehat di masyarakat. Kegiatan ini dapat terlaksana tidak terlepas dari peran Kepala Desa, para Ketua RT, RW, serta seluruh warga Desa Krandon Kecamatan Kota Kabupaten Kudus.


Sabtu, 25 Januari 2014

Keceriaan di Tengah-tengah Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang selalu dikhawatirkan oleh masyarakat. Bencana alam ini menghantui masyarakat terlebih yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga harus ekstra waspada ketika musim hujan tiba.

Bagi sebagian masyarakat, banjir adalah suatu musibah bagi kehidupan mereka karena dengan adanya banjir segala aktivitas dan rutinitas sehari-hari harus terhenti. Belum lagi dampak lain dari adanya banjir seperti munculnya banyak penyakit,  kerusakan rumah dan lingkungan, jalan rusak, sulit memperoleh bahan-bahan kebutuhan pokok, hingga langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM). Dari keadaan itulah, banyak masayarakat sangat besedih ketika banjir datang.

Namun, tidak selamanya banjir mendatangkan kesedihan. Banjir bagi sebagian masarakat yang lain justru membawa berkah dan perasaan suka cita. Banyak masyarakat memanfaatkan banjir untuk mencari rizki dengan membantu para pengendara motor dan mobil yang terjebak banjir.

Kita bisa lihat kondisi banjir yang terjadi di Desa Krandon Rt.06 Rw.I Kec. Kota Kudus pada hari Selasa, 21 Januari 2014. Anak-anak begitu riang gembira dengan adanya banjir. Mereka bisa bermain air, berenang, berlari sepuasnya dengan teman-temannya. Bagi mereka banjir seakan-akan menjadi sebuah hiburan yang jarang mereka nikmati di kehidupan sehari-hari.

Kita tidak bisa menyalahkan anak-anak yang begitu gembira dengan adanya banjir karena memang pada usia mereka belum mengerti tentang kesulitan sebenarnya. Namun, kita tetap perlu menghimbau kepada anak-anak untuk selalu berhati-hati ketika bermain saat banjir serta memberi pengertian akan dampak yang ditimbulkan dari banjir. Dengan adanya pemberian pemahaman tersebut, diharapkan  pada akhirnya mereka (anak-anak) akan mengetahui pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian alam. (Catatan@nnas, 25 Janurari 2014).

Rabu, 30 Oktober 2013

Memaknai Sumpah Pemuda dengan Berbahasa Indonesia

Memaknai Sumpah Pemuda dengan Berbahasa Indonesia

Bahasa merupakan hal penting dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Tanpa bahasa yang baik dan benar maka informasi yang hendak kita sampaikan kepada orang lain tidak bisa diterima dengan baik bahkan bisa menimbulkan salah penafsiran. Pentingnya komunikasi dan kerjasama telah dirasakan oleh para pemuda Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sehingga mengadakan kongres pemuda pada tanghal 28 Oktober 1928. Dari hasil kongres tersebut para pemuda bersumpah untuk bertanah air satu, berbangsa satu dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki kedudukan penting dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. Setelah merdeka pun bahasa Indonesia menjadi bahasa wajib yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia merupakan penjembatan bagi masyarakat yang berbeda daerah. Sebagaimana kita ketahui, ada ratusan bahasa daerah yang ada di Indonesia. Jika semua orang menggunakan bahasanya masing-masing dalam berkomunikasi maka tidak akan bisa dimengerti. Untuk itu penting bagi masyarakat mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi.

Namun, 85 tahun setelah merdeka banyak masyarakat Indonesia khususnya para remaja yang menggunakan bahasa Indonesia dengan tidak baik dan benar. Tata bahasa yang digunakan tidak lagi sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD) bahkan cenderung berganti dengan bahasa gaul atau yang beberapa akhir ini kita kenal dengan bahasa alay.

Bahasa alay merupakan bahasa yang digunakan oleh anak lebay (singkatan-alay). Lebay sendiri bisa diartikan berlebihan dalam berbicara dan berperilaku. Sebagai contoh kata repot menjadi rempong, serius menjadi cius atau kata banget menjadi beud. Bahasa ini sangat sering kita dengan dari para remaja atau anak baru gede (ABG). Memang pada usia remaja, merupakan usia rawan karena keinginan untuk bersosialisasi dengan banyak teman sehingga bahasa yang digunakan pun akan campur aduk.

Penggunaan bahasa alay tersebut tentu akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa yang menjadi warisan pejuang kemerdekaan. Akan terasa sia-sia perjuangan para pemuda dalam sumpah pemuda ketika bahasa Indonesia dilupakan. Sebagai generasi penerus bangsa tentu kita tidak ingin bahasa Indonesia hilang dan berganti dengan bahasa alay. Untuk itu, dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke 85, kita maknai dengan melestarikan bahasa Indonesia dengan cara mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Penggunaan bahasa alay merupakan pengingkaran terhadap SUMPAH PEMUDA” – Khoirul Annas.

Minggu, 28 April 2013

Pohon Juga Makhluk Hidup

Akhir-akhir ini banyak kita jumpai gambar-gambar yang terpasang di pohon mulai dari iklan sampai pada gambar tokoh dan partai politik. Murahnya pemasangan gambar di pohon mungkin menjadi alasan bagi para pemasang selain akan banyak dilihat oleh pengguna jalan. Namun, pemasangan gambar di pohon sungguh sangat tidak patut ditiru apalagi dengan memaku pohon tersebut. Pohon juga makhluk hidup yang perlu kita rawat dan kita jaga. Meskipun memang pohon tidak dapat berbicara layaknya manusia.

Sebenarnya pemerintah sudah memberikan ruang-ruang atau tempat untuk pemasangan gambar, spanduk, poster, dan sebagainya. Numun kenyataannya masih banyak orang memasang gambar secara ilegal seperti di pepohonan, tembok bangunan, jembatan, dan lain sebagainya. Pemasangan gambar disembarang tempat jelas menunjukkan bahwa orang yang memasang tidak peduli lingkungan, tidak peduli terhadap makhluk hidup yang lain.

Bahkan, para pemasang gambar ilegal tidak menunjang pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Setiap pemasangan gambar, iklan ataupun poster melalui jalur legal atau resmi akan dikenai pajak yang masuk penerimaan asli daerah. Jika dipasang secara ilegal di sembarang tempat maka penerimaan daerah dari retibusi iklan menjadi berkurang.
Berkaitan dengan momen tahun politik, maka para tokoh dan partai politik selayaknya memberi contoh kepada masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, melestarikan penghijauan dan menjaga kebersihan dan keindahan kota dengan menempel gambar-gambar di tempatnya. Jika para tokoh politik, tokoh masyarakat dan pemerintah memberi contoh yang baik, sudah barang tentu masyarakat juga akan mengikuti untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Kepada pemerintah dan KPU, perlu juga dibuat suatu aturan yang berisi larangan bagi tokoh politik partai politik dan  calon kepala daerah untuk memasang gambar disembarang tempat khususnya pepohonan. Bagi para calon kepala daerah juga diharapkan menginstruksikan kepada tim suksesnya agar tidak menempel gambar di tempat yang tidak semestinya. Serta kepada masyarakat diharapkan juga dapat berpartisipasi untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Dengan kerjasama dari berbagai elemen, maka kebersihan, keindahan, kelesatarian alam akan senantiasa terjaga dan akan bisa kita nikmati bersama sampai kapanpun.

Selasa, 15 Januari 2013

Waspada Jalan Berlubang

Kudus, 15/1. Berberapa hari terakhir intensitas hujan yang terjadi di Kudus mulai meningkat. Curah hujan hampir tiap hari turun meskipun belum bisa dipastikan apakah pagi, siang atau malam hari. Kita baru saja memasuki musim penghujan dan diperkirakan akan berlangsung sampai beberapa bulan kedepan.
Kondisi curah hujan yang tinggi perlu perhatian dan kewaspadaan dari masyarakat khususnya para pengguna jalan. Pasalnya selain jalan menjadi licin karena basah terkena air hujan, banyak jalan yang juga berlubang terkikis air hujan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Dawe tepatnya pada jembatan besi di Desa Margorejo. Jembatan yang beberapa bulan yang lalu ditambal kini sudah mulai mengelupas bahkan sangat parah sehingga para pengendara motor dan mobil harus berjalan sangat pelan.
Lain lagi, jalan menuju SMK Negeri 2 Kudus dari pertigaan poh dengkol terdapat satu titik jalan rusak yang sudah hampir 2 tahun berlubang dan belum diperbaiki. Lubang menjadi semakin besar bahkan pengendara tidak dapat lagi memilih jalan karena hampir semua badan jalan rusak. Kondisi semacam ini sangat membahayakan bagi para pengendara apalagi jalan ini termasuk sangat ramai karena menjadi jalur utama bagi para siswa yang hendak ke sekolah.
Kepada pemerintah, masyarakat berharap segera mendapat solusi atas terjadinya beberapa lubang akibat gerusan air sehingga tidak membahayakan bagi pengendara motor maupun mobil. Selain tentunya masyarakat harus ekstra hati-hati dan waspada ketika berkendara pada musim hujan.
Menghadapi kondisi jalan yang berlubang, ada tips yang bisa kami bagi:
1.       Tetaplah berusaha tenang dan konsentrasi berkendara
2.       Amati keberadaan kendaraan lain baik dari depan maupun dari belakang anda
3.       Lihat kondisi jalan yang rusak, memungkinkan untuk dihindari atau tidak
4.       Jika dapat dihindari, hindari lubang tersebut. Jika tidak dapat dihindari, laluilah dengan pelan-pelan dan hati-hati.
5.       Gunakanlah kedua rem sepeda motor anda
6.       Jangan mencoba menghindari ketika lalu lintas ramai karena bisa membahayakan pengendara lain.
Ini lah sedikit informasi dan tips yang dapat kami bagi, semoga bermanfaat.

Kamis, 02 Februari 2012

Selamatkan Hutan Indonesia

Permasalahan hutan menjadi isu yang sangat menarik di negara Indonesia beberapa dekade terakhir disamping isu teroris dan HAM. Hutan mempunyai fungsi sebagai sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia tetapi juga makhluk hidup lain. Keberadaan hutan di Indonesia sangat penting tidak hanya bagi masyarakat Indonesia tetapi juga sebagai paru-paru dunia. Melihat pentingnya hutan bagi kehidupan sudah seharusnya hutan Indonesia dikelola, dilindungi, dan dimanfaatkan dengan baik dan secara berkesinambungan sehingga dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia generasi sekarang dan yang akan datang. Namun kerusakan hutan sudah terjadi dimana-mana. Hampir semua hutan di wilayah Indonesia mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh manusia.

Adanya kegiatan penebangan hutan secara liar, pembukaan lahan, pendirian perumahan (villa), dan lainnya yang tidak diimbangi dengan reboisasi atau penananman kembali menyebabkan hutan di Indonesia menjadi rusak. Dampak yang dapat kita rasakan saat ini adalah banyaknya bencana alam yang menimpa wilayah Indonesia seperti banjir dan tanah longsor.

Kerusakan hutan perlu segera diatasi jika tidak ingin bencana alam semakin meluas. Untuk itu, pemerintah sudah melakukan beberapa program sebagai upaya mengatasi kerusakan hutan Indonesia. Pada tahun 2011 Presiden menetapkan moratorium pembukaan hutan dan lahan gambut melalui Instruksi Presiden No. 10 Tahun 2011. Tidak hanya itu, beberapa waktu seperti yang diberitakan oleh VOA Indonesia bahwa 45 Persen Wilayah Kalimantan akan Jadi Paru-Paru Dunia. Pemerintah akan mengalokasikan 45 persen wilayah Kalimantan sebagai paru-paru dunia, sebagai salah satu upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun 2020.

Upaya pemerintah menjadikan Kalimatan sebagai paru-paru dunia akan sulit direalisasikan jika masih banyak penebangan liar, tidak tegasnya aparatur pemerintah, dan kurangnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.  Oleh karena itu, perlu ada program lain untuk mendukung tercapainya kalimantan sebagai paru-paru dunia, yaitu dengan melakukan penegakan hukum bagi pelaku penebangan liar, pemberian sanksi bagi instansi pemerintah yang memberikan izin atau meligungi penebangan liar, melakukan sosialisasi akan manfaat hutan dan dampak penebangan liar, serta mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon.

Senin, 21 Maret 2011

Kerja Bakti di Masjid At-Taqwa

Kerja Bakti Pengecoran Masjid At-Taqwa Krandon Kudus

Ahad pagi, tanggal 20 Maret 2011 Pukul 06.15 WIB kentong masjid dibunyikan guna mengundang warga dusun Krandon untuk melakukan pengecoran atap masjid. Pengecoran ini merupakan tahap ke dua dalam perluasan masjid At-Taqwa Krandon. Pada tahap awal sudah dilakukan perluasan bangunan sayap kiri dan dilakukan pengecoran atapnya. Kemudian pada tahap kedua ini pengecoran dilakukan di bangunan depan atau serambi masjid.

Dalam kegiatan pengecoran kali ini sama dengan pengecoran tahap pertama yaitu dimulai dengan doa rosul yang kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pengecoran. Pada pengecoran kali ini, luas bangunan tidak seluas sayap kiri sehingga hanya membutuhkan 2 molen saja. Selain itu dari jumlah warga tidak sebanyak pengecoran tahap pertama yang mencapai kurang lebih 200 warga, sekarang hanya kisaran 100an warga. Selain juga karena pengecoran kali ini memang tidak mencatumkan wajib hadir dalam undangan (hanya sunnah).

Meskipun luas bangunan hanya sepertiga dari sayap kiri, namun ternyata banyak kendala yang dialami. Misalkan molen satu yang mogok, warga agak meremehkan pengecoran karena menganggap lebih kecil luas bangunan dan kurangnya tenaga di molen dan tangga karena banyak yang memilig diatap yang lebih ringan. Selain juga karena faktor cuaca yang begitu panas yang membuat banyak warga yang sering istirahat.

Akibatnya pengecoran yang diprediksi cepat selesai, harus molor dan baru selesai jam 11.30 WIB. Pengceroran diakhiri dengan makan siang bersama yang memang sudah disiapkan ibu-ibu warga krandon di serambi kiri masjid.

Semoga kegiatan pengecoran ini bermanfaat dan perluasan selanjutnya bisa berjalan dengan lancar sehingga masjid At-Taqwa dapat segera digunakan kembali seerti sedia kala dan semakin makmur atau banyak warga yang sholat berjama’ah di masjid ini.

Foto-foto kerja bakti pengecoran masjid At-Taqwa Krandon Kudus


Tukang Foto-foto (reporter)

















Warga bekerjasama untuk mengecor atap masjid 






















Suasana tangga pengecoran (tempat paling berat)














Selasa, 15 Maret 2011

Kuliner Murah dan Enak di Kudus

Warung Mbak Endang (Pasar Kliwon)
Kota Kudus memang banyak memiliki variasi kuliner, dari soto, sate kerbau, lentog tanjung, jenang yang merupakan khas dari Kudus. Bahkan makanan khas dari daerah lainpun banyak yang membuka kios atau warung di Kudus, terutama ketika malam hari. Banyak pedagang yang menjajakan masakannya dijalan-jalan ataupun pusat keramaian. Seperti di Jalan Sunan Kudus, Alun-alun Simpang tujuh, kawasan GOR, kawasan Pasar Kliwon, dan masih banyak tempat kuliner lain.

Berbicara mengenai kawasan pasar kliwon, banyak sekali pedagang masakan khas kota lain yang membuka lapak disini. Namun ada satu warung yang sangat ramai yang sangat jelas membedakan dengan warung lain disekitarnya, yaitu warung makan Mbak Endang (asem-asem tangkar sapi muda). Warung ini terletak di utara pasar kliwon (dipelataran). Sesuai dengan judulnya warung ini memang mempunyai andalan asem-asem tangkar sapi muda, namun selain andalan tersebut banyak menu lain yang menjadi andalan warung makan mbak Endang.

Menu makan lain diantaranya: rames, kangkung, terong, aneka masakan ayam, sate jamur, sate kijing, perkedel, dan masih banyak lagi. Menu tersebut masih ditambah dengan aneka minuman segar, mulai teh, jeruk, jahe, susu, dan masih banyak lagi. Satu lagi menu yang menjadi pelengkap namun diminati banyak orang, yaitu aneka gorengan seperti bakwan, bakwan jagung, pisang goring, dan mendoan.

Banyaknya variasi ini yang menjadi alasan mengapa warung akan mbak Endang setiap sore dan malam selalu dipenuhi oleh masyarkat yang ingin makan disana ataupun untuk dibawa pulang. Bahkan tidak jarang yang membeli sayuran di warung mbak endang. Tidak hanya variasi makanan tapi juga harga yang sangat terjangkau, dan bebas dari pengamen.

Jumat, 04 Maret 2011

Syahid, Polantas tanpa ijazah SPN / Akpol


Syahid, Polantas tanpa ijazah SPN /AKPOL

Perempatan sucen merupakan perempatan yang berada disebelah utara masjid menara kudus, yang setiap harinya menjadi jalan yang ramai oleh pengendara. Lokasi yang strategis karena disekitarnya terdapat banyak sekolah dari SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA/SMK dan juga terdapat perusahaan industry skala besar. Dengan kondisi yang ramai oleh pengendara motor maka perempatan sucen diberi traffic light dengan tujuan menghindari kecelakaan dan kemacetan.
Meskipun sudah ada traffic light di perempatan sucen namun ternyata masih banyak warga yang tidak memiliki kesadaran untuk mematuhi traffic light. Pengguna kendaraan seakan tidak sabar dalam menunggu traffic light sehingga masih banyak kesemrawutan di perempatan sucen.
Kondisi ini membuat salah satu warga suka rela menjadi Polantas dadakan untuk mengatur kendaraan yang melewati perempatan sucen. Petugas itu bernama Syahid, seorang warga Singo Candi Kudus. Yang unik dari syahid adalah dia tidak pernah memiliki ijazah AKPOL ataupun kursus dari kepolisian. Yang lebih unik lagi Syahid adalah warga yang jiwanya agak terganggu sudah sejak lama, namun dia memang memiliki angan-angan menjadi polisi. Sebelum menjadi polantas di perempatan sucen dia juga sering berkeliling desa seakan-akan menjadi sopir truk meskipun sebenarnya adalah jalan kaki.
Dengan kehadirannya memang sangat membantu pelaksanaan traffic light sehingga pengendara bisa patuh terhadap instruksi syahid. Meskipun bagi warga yang tahu kalau dia sebenarnya bukan polisi akan tetap melanggar traffic light tapi bagi masyarakat yang lain menganngap benar-benar petugas dari Polantas karena juga berseragam polisi lau lintas. Entah dari mana syahid mendapat atirbut polantas yang diapakainya, namun ada sisi baikdari kehadirannya yaitu bisa memantu kelancaran dan ketaatan pengendara di perempatan sucen.

Sabtu, 08 Januari 2011

Rambutan dan Durian Sepi



Rambutan dan Durian Sepi

Bulan desember sampai febuari biasanya merupakan bulan pesta bagi pecinta rambutan dan durian karena bulan-bulan tersebut begitu banyak buah dipasaran. Namun musim ini berbeda, pasalnya hanya sedikit buah rambutan dan durian di sentra-sentra buah. Hal ini menyebabkan banyak pecinta buah musiman ini banyak yang kecewa lantaran tidak bisa menikmati enaknya buah rambutan dan durian.

Beberapa tempat yang menjadi sentra buah di Kudus, seperti kawasan Pelang, Dawe dan Proliman Barongan, tampak tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya karena hanya sedikit buah rambutan dan durian yang dijual. Kalaupun dipasaran terdapat buah rambutan dan durian, jumlahnya hanya sedikit dan harganya pun selangit. Sebagai contoh buah rambutan 1 ikat sampai Rp.10.000,-. Sedangkan buah durian kecil harganya sampai Rp.20.000-Rp.25.000,-. Meskipun begitu masih banyak masyarakat yang mencari kedua buah tersebut.

Menurut beberapa pemilik pohon buah tersebut, sedikitnya buah rambutan dan durian di pasaran karena musim hujan yang terus terjadi sehingga kembang dari buah rambutan dan durian banyak yang rontok yang akhirnya banyak pohon yang tidak berbuah. Meskipun begitu masih banyak pemilik pohon berharap kalau pohonnya bisa berbuah setelah musim penghujan agak berkurang, apalagi sekarang pohon-pohon yang tidak berbuah itu bersemi kembali.