Kategori

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

Fergie pun Membungkuk di Depan Pendukung

Manchester - Suporter punya peran dalam mendukung Manchester United memukul Chelsea 2-1. Manajer 'Setan Merah' Sir Alex Ferguson pun memberi salut untuk para pendukung setianya.

Stadion Old Trafford, Minggu (8/5/2011), begitu meriah usai MU menang 2-1 atas Chelsea dan tinggal butuh satu angka di dua laga ke depan untuk memastikan diri menjadi juara Liga Inggris 2010-11.

Ferguson, setelah menyelamati pemain-pemainnya, kemudian menuju sisi muka tribun Stretford End. Di hadapan puluhan ribu suporter fanatik MU, manajer yang telah bekerja di sana selama 25 tahun itu membungkuk sebagai tanda hormat.

Fergie menganggap bahwa suporter MU punya andil dalam kemenangan itu. Teriakan dukungan, terutama di saat Chelsea sedang mengejar ketertinggalan, sangat mengangkat mental Wayne Rooney cs.

"Para suporter sangat mengagumkan, terutama di 10 atau 15 menit terakhir, di saat kami sangat membutuhkannya. Pendukung mengangkat anak-anak dan membuat kami bisa melewati ini," ujar Fergie di situs klub.

Para pendukung MU dibuat tegang ketika Chelsea yang sempat tertinggal 0-2 memperkecil jarak jadi 1-2 di menit 68. Di saat Chelsea gencang menyerang, MU punya beberapa kans tetapi gagal dimanfaatkan.

"Kami terus melewatkan peluang dan itu memberi mereka harapan," kata Fergie.

"Jujur, kami seharusnya bisa menghabisi mereka. Tapi itulah sifat United. Kami membuat pertandingan hidup sampai akhir, membuat para penonton seperti kena serangan jantung, berdiri dari kursinya dan menggigit kuku. Saya juga bagian dari mereka," tuntasnya.

http://www.detiksport.com

Minggu, 27 Februari 2011

Nasib Tragis Juventus

Juventus Kalah Lagi

Nasib tragis yang dialami Juventus tampaknya belum juga pergi, karena kekalahan yang diderita dari tim Bologna 0-2, padahal Juve bermain dikandang sendiri. Setelah berhasil menjungkalkan Juara bertahan Inter Milan dua pekan lalu, Juve mengalami dua kekalahan beruntun dalam laga berikutnya. Padahal kalau dilihat dari kualitas Tim, Juve lebih unggul dari kedua tim tersebut yaitu Lecce dan Bologna yang sama-sama menumbangkan Juve dengan skor 2-0.

Pada pertandingan semalam 26/2/2011 yang digelar di stadiun Olimpico Turin Juventus kalah berkat dua gol yang dilesakkan mantan pemain Juve, yaitu Marco Di Vaio pada menit 49 dan menit 66. Pada pertandingan tersebut Juventus tidak diperkuat kiper andalannya Gianluca Buffon dan diganti dengan Marco Storari. Banyak peluang yang didapatkan oleh Juventus baik di babak pertama maupun kedua, namun tak satupun dari peluang tersebut yang berhasil berbuah menjadi gol. Iaquinta yang bermain di babak pertama dan mendapatkan banyak peluang tidak berhasil mencetak gol, begitu juga Luca Toni yang masuk dibabak kedua yang sudah mendapatkan peluang emas, namun tendangannya masih terselamatkan oleh pemain belakang Bologna. Kondisi tertinggal 0-2 membuat pemain Juventus tidak dapat berkonsentrasi dan akhirnya mengakiri laga dengan kekalahan.

Dengan kekalahan ini membuat Juventus semakin berat untuk bisa masuk ke zona Eropa khususnya champion yang sudah hampir sulit diraih. Selain kans berlaga di Eropa yang sulit, nasib Luigi del Neri pun berada diujung tanduk menyusul banyaknya kekalahan yang dialami Juventus di musim ini.

Kamis, 24 Februari 2011

Review Indonesia Vs Turkmenistan

Review Pertandingan Pra Olimpiade Indonesia Vs Turkmenistan

Laga pertandingan pra olimpiade antara Indonesia melawan Turkmenistan yang pada hari Rabu 23 Februari 2011 di Stadiun Jakabaring Palembang berujung pada kekecewaan bagi Pedukung Tim Indonesia. Pertandingan yang disaksikan ribuan supporter Indonesia ini berlangsung sangat menarik. Banyak sekali peluang tercipta dari kedua kesebelasan karena kedua tim memang meneapkan sepak bola menyerang.

Tim Indonesia yang dibebani target menang mencetak gol terlebih dahulu melalui Titus Bonai pada menit 13 memanfaatkan umpan dari tendangan bebas Oktovianus Maniani. Namun tidak selang lama tim Turkmenistas mendapat hadiah tendangan bebas diluar kotak pinalti dan akhirnya melalui tendangan keras kapten tim Armanov Aslan berhasil menjebol gawang Kurnia Mega. Kedudukan sementara 1-1 hingga berakhirnya babak 1.

Permainan dibabak ke dua pun tidak kalah dengan babak pertama, banyak peluang yang dihasilkan oleh kedua tim. Misalkan peluang yang didapatkan oleh Yongki, namun masih belum berhasil membobol gawang Turkmenistan. Begitu juga tim Turkmenistan yang banyak sekali melakukan tendangan kearah gawang Indonesia yang berhasil diselamatkan oleh Kurnia Mega.

Perjuangan Turkmenistas akhirnya mendapatkan hasilnya setelah Vahid memberikan umpan dari sisi kanan dan diselesaikan oleh Alexander Bouliyan pada menit 80. Tidak berselang lama giliran Vahid yang menciptakan gol indah ke gawang Indonesia pada menit 85. Skor berubah dan Indonesia tertinggal 1-3 dari Turkmenistan.

Skor 1-3 ini berakhir hingga usai pertandingan. Hasil ini tentu mengecewakan bagi Tim Indonesia dan perlu ada evaluasi dari seluruh komponen Timnas dan Manajemen. Sehingga dipertandingan ke dua di Turkmenistan, tim Indonesia bisa bermain lebih baik dan mencapai hasil maksimal.

Selamat berjuang Garuda…..!!!

Rabu, 23 Februari 2011

Kongres PSSI 2011

Kongres PSSI, REORGANISASI atau PARODI?

Seperti kita ketahui bersama, sudah lama sekali Sepak Bola Nasional tidak bisa meraih prestasi di kancah Internasional padahal sepak bola adalah olah raga terbesar dan paling digemari di Negara kita. Banyak talenta-talenta muda yang lahir di Indonesia, namun Sepak bola kita seakan berjalan ditempat.

Jangankan kita berbicara mengenai prestasi di tingkat Internasional, di level nasional saja masih banyak kekurangan yang dimiliki sepak bola kita. Misalnya kerusuhan supporter yang sering terjadi setiap tim tuan rumah kalah, wasit yang kurang jeli, fasilitas lapangan dan stadion yang dibawah standar, sampai pengurus PSSI yang kurang professional dalam mengeluarkan kebijakan.

Khusus untuk pengurus PSSI yang kurang professional tentunya ini menjadi keprihatinan bagi kita semua, karena seharusnya mereka menjadi contoh bagi insan sepak bola di tanah air. Sebagai contoh tidak profesionalnya pengurus PSSI yaitu mengenai pengaturan jadwal pertandingan yang terkadang masih merugikan atau menguntungkan salah satu tim, pembagian hasil penjualan tiket dan hak siar yang masih dimonopoli PSSI, bahkan hadiah uang juara divisi utama yang seharusnya diterima Persibo Bojonegoro sampai sekarang belum diterima yang akhirnya tim tersebut pindah ke Liga Premier Indonesia.

Kebobrokan system yang dijalankan di tubuh PSSI mendapat tanggapan yang berbeda dari masyarakat, ada yang terus mengkritik agar terjadi pembenahan dalam tubuh PSSI, ada juga yang masih mendukung kelangsungan pengurus sekarang, ada juga yang menyikapi dengan membentuk Kompetisi tandingan seperti Liga Premier Indonesia (LPI) yang telah bergulir tahun 2011 ini. LPI yang dipelopori oleh pengusaha Arifin Panigoro memang menggiurkan bagi klub peserta khususnya dengan sistem pembagian hasil keuntungan tiap pertandingan. Bahkan beberapa tim dari Liga Super Indonesia (LSI) dan divisi utama sudah bergabung dalam kompetisi LPI yaitu PSM Makasar, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan Persebaya 1928.

Selain dengan membentuk kompetisi tandingan, sudah ada wacana membuat lembaga tandingan PSSI yaitu Asosiasi Sepak Bola Indonesia yang mewadahi LPI. Kehadiran LPI ini memang dianggap illegal oleh FIFA, namun dengan adanya LPI akan membuka mata dunia bahwa ada kesalahan dalam system yang dijalankan di Sepak Bola Indonesia termasuk dalam manajemen atau kepengurusan PSSI.

Tahun 2011 ini merupakan tahun terakhir dari periode Nurdin Halid Cs dan akan dilaksanakan pemilihan Kepengurusan yang baru yaitu Ketua Umum, Wakil ketua umum, dan Anggota Eksekutif. Adapun rencana pemilihan pengurus ini dilaksanakan tanggal 26 Maret 2011 di Bali. Dalam reorganisasi kali ini dibentuk tim verifikasi yang akan memilih bakal calon Ketua Umum, Wakil ketua umum, dan Anggota Eksekutif PSSI. Ada beberapa nama bakal calon yang sudah mendaftar sebagai bakal calon Ketua Umum diantaranya Nurdin Halid, Nirwan Bakri, George Toisutta, dan Arifin Pangoro.

Dari hasil pengumuman tim verifikasi tanggal 19 Februari 2011 hanya Nurdin Halid dan Nirwan Bakri yang lolos artinya kedua orang inilah yang nantinya akan bertarung memperebutkan ketua umum PSSI dalam kongres di Bali. Sedangkan George Toisutha dan Arifin Panigoro dalam pengumuman tidak disebutkan namanya apakah lolos atau tidak. Meskipun begitu George dan Arifin sama saja dinyatakan tidak lolos verifikasi, karena yang diumumkan untuk masju ke kongres adalah nurdin dan nirwan. Upaya banding akan tetap dilakukan kedua bakal calon yang tidak lolos akan mengajukan banding untuk mendapatkan haknya ikut dalam pemilihan ketua umum PSSI.

Yang perlu kita cermati dengan lolos Nurdin Halid dan Nirwan Bakri adalah keduanya menduduki jabatan sebagai katua umum dan wakil ketua umum PSSI periode 2007 – 2011 sehingga ini menjadi pertanyaan yang besar di masyarakat. Apakah PSSI benar-benar ingin melakukan reorganisasi atau ingin tetap melanggengkan rezim Nurdin Halid yang sudah memimpin PSSI sejak 2003.

Jika memang sampai kongres PSSI dimulai ternyata hanya dua calon ini saja yang mengikuti pemilihan ketua umum maka PSSI tak ubahya sebuah ”PARODI” atau “LELUCON” saja. Batapa tidak, Ketua dan wakil ketua umum PSSI incumbent bertarung untuk pemilihan Ketua umum PSSI yang baru. Seperti sebuah akal-akalan saja, belum lagi jika nanti dalam pemilihan ternate Nirwan Bakri mundur dan menyerahkan suaranya ke Nurdin Halid. Apa jadinya Sepak bola Indonesia kedepan? Kita tunggu saja parodi atau lelucon selanjutnya, apakah kita tertawa atau menangis.